Senin, 19 Juni 2017

Tahapan uji dalam fase pemrograman

Langkah 4. Rencana Bagaimana Menguji Modul (Plan How To Test The Module)
Programmer  harus  menyiapkan  rencana  pengujian  modul  dan  data  pengujian  sebelum dikodekan.  Rencana  pengujian  dilakukan  setelah  kode  ditetapkan.  Mereka  cenderung hanya  menguji  bagian  kode  yang  paling  ‘sulit’.  Pimpinan  proyek  bisa  saja  melakukan tuntutan  pada  penelusuran  rencana  pengujian  sepanjang  disain  modul  sedang dilaksanakan. Kerjakan penelusuran ini bersama-sama.
Langkah 6. Menguji Modul (Test The Module) 
Programmer  menguji  modul  dengan  menetapkan  lingkungan  yang  tepat,  menyediakan beberapa input, membiarkan modul langsung memproses secara logik dan mendapatkan hasilnya. Beberapa input mungkin tidak sebenarnya, terutama jika modul tersebut tidak menyediakan input yang sebenarnya.
Modul seharusnya diuji dalam dua tahap, yaitu :
•  Tahap Pertama disebut pengujian “ White Box”. Programmer harus mengetahui isi di  dalam  modul  dan  menyediakan  data  pengujian,  sehingga  masing-masing path logical dalam program dapat dieksekusi.
•  Tahap  Kedua  atau  pengujian  “Black  Box”  dapat  dilakukan.  Dalam  pengujian  ini, programmer mengabaikan bagian dalam dari modul – data disediakan secara berurut dan dianggap seperti pemakaian sebenarnya.
Langkah  7.  Menguji  Level  Terendah  dari  Integrasi  (Test  The  Lowest  Levels  Of Integration)
Jika modul utama memanggil sub-modul, programmer harus menggabungkan dan menguji semua  modul secara bersama-sama. Bahkan jika programmer  tidak bertanggung jawab untuk menulis sub-modul, programmer harus menguji perintah CALL dan RETURN dari seluruh modul.

 Metode  terbaik  untuk  melakukan  hal  ini  adalah  membuat  sebuah  “program  stub”  (potongan  program)  sebagai  pengganti  sub-modul.  Potongan  program  ini  dapat  terdiri dari empat baris program yang menunjukkan bahwa kontrol sudah diterima dengan baik, tampilkan  parameter  penerima,  jika  perlu  lakukan  pengontrolan  kembali  dengan beberapa parameter yang tidak sebenarnya.

Perbedaan dari uji secara black box dengan white box tahapan uji

Perbedaan White Box & Black Box:
White box (Struktural) 
White box adalah pengujian yang didasarkan pada pengecekan terhadap detail perancangan, menggunakan struktur kontrol dari desain program secara procedural untuk membagi pengujian ke dalam beberapa kasus pengujian. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%.
-Dilakukan oleh penguji yang mengetahui tentang QA.
-Melakukan testing pada software/program aplikasi menyangkut security dan performance program tersebut (meliputi tes code, desain implementasi, security, data flow, software failure).
-Dilakukan seiring dengan tahapan pengembangan software atau pada tahap testing. 
BlackBox  (Fungsional) 
Black box adalah pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Jadi dianalogikan seperti kita melihat suatu koatak hitam, kit hanya bisa melihat penampilan luarnya saja, tanpa tau ada apa dibalik bungkus hitam nya. Sama seperti pengujian black box, mengevaluasi hanya dari tampilan luarnya(interface nya) , fungsionalitasnya.tanpa mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi dalam proses detilnya (hanya mengetahui input dan output).
-Dilakukan oleh penguji Independent.
-Melakukan pengujian berdasarkan apa yang dilihat, hanya fokus terhadap fungsionalitas dan output. Pengujian lebih ditujukan pada desain software sesuai standar dan reaksi apabila terdapat celah-celah bug/vulnerabilitas pada program aplikasi tersebut setelah dilakukan white box testing. 
-Dilakukan setelah white box testing. 


Estimasi berdasarkan sejarah

Untuk estimasi berdasarkan sejarah, pertama harus mempelajari serta memahami sejarah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Kemudian dapat dibandingkan tugas yang akan diestimasikan dengan tugas yang sama yang dikerjakan jauh lebih dulu, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. hal ini dimaksudkan agar sebelumnya menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.

Secara garis bersar yang harus dilakukan adalah  membandingkan  tugas  yang  akan  diestimasik  dengan  tugas  yang sama yang  dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. 

3 jenis COCOMO

COCOMO merupakan singkatan dari Constructive Cost Model yaitu algortima model estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Barry Boehm. Cocomo merupakan sebuah model – model untuk memperkirakan usaha, biaya dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak.
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ‘s Book rekayasa ekonomi Perangkat Lunak sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode , dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I . Proyek-proyek ini didasarkan pada model waterfall pengembangan perangkat lunak yang merupakan pengembangan software proses lazim pada tahun 1981.
Macam-macam COCOMO :
1. Basic COCOMO menghitung usaha pengembangan perangkat lunak (dan biaya) sebagai fungsi dari ukuran program. Ukuran Program dinyatakan dalam perkiraan ribuan baris kode sumber
COCOMO berlaku untuk tiga kelas proyek perangkat lunak:
§  Proyek Organik – “kecil” tim dengan “baik” pengalaman bekerja dengan “kurang kaku” persyaratan
§  Proyek semi-terpisah – “menengah” tim dengan pengalaman bekerja dicampur dengan campuran kaku dan kurang dari kebutuhan kaku
§  Proyek tertanam – dikembangkan dalam satu set “ketat” kendala. Hal ini juga kombinasi proyek organik dan semi-terpisah. ( Hardware, software, operasional ). 
2. Medium COCOMO menghitung usaha pengembangan perangkat lunak sebagai fungsi dari ukuran program yang dan satu set “driver biaya” yang mencakup penilaian subjektif dari produk, perangkat keras, personil dan atribut proyek. Ekstensi ini mempertimbangkan satu set empat “driver biaya”, masing-masing dengan sejumlah atribut anak.
3. Detail COCOMO menggabungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian dampak cost driver di setiap langkah (analisis, desain, dll) dari proses rekayasa perangkat lunak.
Model rinci menggunakan pengganda usaha yang berbeda untuk setiap cost driver atribut. Ini Tahap pengganda upaya Sensitif masing-masing untuk menentukan jumlah usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tahap.
Dalam rinci COCOMO, upaya dihitung sebagai fungsi dari ukuran program yang dan satu set driver biaya yang diberikan sesuai dengan setiap fase siklus hidup perangkat lunak.
Sebuah jadwal proyek rinci tidak pernah statis.
Kelima fase rinci COCOMO adalah :
§  rencana dan kebutuhan.
§  desain sistem.
§  desain rinci.
§  kode modul dan uji.

§  integrasi dan pengujian.

Selasa, 17 Januari 2017

Top-down Test

Strategi top-down test ini digunakan jika, modul level atas (high-level modules) dibuat (coding), di test, dan diintegrasikan sebelum modul level bawah (low-level modules). Keuntungannya adalah kesalahan pada modul level atas dapat teridentifikasi lebih dini, kerugiannya adalah pada saat uji coba program akan menemui kesulitan ketika modul level bawah menemukan kesalahan fungsi input-output yang sangat sulit.

Contoh intergration testing
Modul-modul diintegrasi dengan memindahkan downward melalui struktur kontrol. Modul subordinate ke modul kontrol utama digabung ke sistem dalam cara depth-first atau breadth-first.

Proses integrasi:
1. modul kontrol utama digunakan sebagai sebuah test driver, dan stubs disubstitusi untuk semua modul secara langsung ke modul kontrol utama.
2. stub subordinate digantikan sekali satu waktu dengan modul actual.
3. test terkonduksi sebagai tiap modul diintegrasi.
4. pada pelengkapan tiap kumpulan test, stub lainnya diganti dengan modul real.
5. pengujian regresi dapat dikonduksi.

Bottom-up Test

Strategi Bottom-up Test ini digunakan jika, modul level bawah di buat (coding), di test, dan diintegrasikan sebelum modul level atas di buat. Keuntungannya adalah modul level rendah yang merupakan operasi yang paling sulit di implementasikan dan diuji terlebih dahulu. Kerugiannya adalah pendekatan ini sangat sulit untuk di teliti seluruh operasinya, sebelum programnya selesai dibuat.

Contoh Menggunakan bottom-up test
Modul pada level terbawah diintegrasi pertama, kemudian dengan menggerakkan keatas melalui struktur kontrol.
Proses integration:
1. Modul low-level dikombinasikan ke cluster yang menunjukkan sebuah sub-function software spesifik.
2. sebuah driver ditulis untuk meng-coordinate input dan output test case.
3. Test cluster diuji.
4. Driver dipindah dan cluster digabungkan bergerak ke atas dalam struktur program.

Tools Untuk Audit IT

1. ACL (Audit Command Language)
Merupakan perangkat lunak dalam pelaksanaan audit yang di design khusus untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktif. ACL dapat digunakan untuk user biasa atau yang sudah ahli.
2. NMap (Network Mapper)
NMap bersifat open source yang digunakan untuk audit dalam hal keamanan. Sistem dan administrator menggunakan perangkat lunak ini sebagai persediaan jaringan, mengelola jadwal layanan untuk upgrade, jenis firewall apa yang sedang digunakan, dan lain-lain. NMap berjalan pada semua sistem operasi dan paket biner seperti Linux, serta dapat melakukan transfer data secara fleksibel.
3. Metasploit
Metasploit merupakan perangkat lunak yang dapat membanttu keamanan dan sifat profesionalisme teknologi informasi seperti melakukan identifikasi masalah keamanan, verifikasi kerentanan, dapat melakukan scanning aplikasi website, dan rekayasa sosial.

Cobit

COBIT atau Control Objective for Information and related Technology dikeluarkan dan disusun pada tahun 1996 oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association.

COBIT adalah kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

 
Cobit berorientasi proses, dimana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. Cobit memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.  

Senin, 16 Januari 2017

Rangkuman Bab 5 dan Bab 6 Buku Digital Forensik

Dibawah ini adalah rangkuman Bab 5 dan Bab 6 Buku Digital Forensik ditulis oleh kelompok 6 yang beranggotakan : Aby Arya Fakhri, Ananda Prasetya, Fajar Guna Masum, Saddam Hussein, Yahya.


SKILL INVESTIGASI

Yang diperlukan seorang ahli komputer forensik tidak cukup sekedar pengetahuan tentang teknologi informasi, diperlukan pemahaman akan proses forensik yang dimampukan oleh manusia, perangkat forensik dan aturan.
Berikut pembahasan tentang penanganan data untuk keperluan investigasi komputer forensik.
DATA FILE
Data dalam komputer dikemas dalam file, maka dari itu disebut sebagai data file. Ada banyak sekali jenis dan ragam file.
Sebelum digunakan, media penyimpanan harus melalui proses format dan partisi untuk membagi media secara logika. Terdapat istilah logical volume, yang memaksudkan kumpulan partisi dipandang sebagai satu entitas dan telah diformat atas dasar file system.
Berikut pemahaman mengenai file system:
1.       Menggunakan struktur data untuk mengacu pada lokasi file di media penyimpanan.
2.       Mempengaruhi bagaimana data disimpan.
3.       File allocation unit merupakan kumpulan sektor-sektor, yang merupakan unit terkecil pada media penyimpanan.
File system memiliki macam sebagai berikut:
1.       FAT12
2.       FAT16
3.       FAT32
4.       NTFS
5.       High-Performance File System (HPFS)
6.       Second Extended File System (ext2fs)
7.       Third Extended File System (ext3fs)
8.       Hierarchical File System (HFS)
9.       HFS Plus
10.   UNIX File System (UFS)
11.   Compact Disk File System (CDFS)
12.   International Organization of Standarization (ISO) 9660
Data-data yang ada pada media penyimpanan yang dihapus tidak sepenuhnya hilang dari media penyimpanan. Saat proses penghapusan selesai, file hanya terhapus secara logika bukan secara fisik. Salah satu aplikasi yang mampu mengontruksi file yang sudah terhapus adalah iCare, sebuah software data recovery terhadap ragam format data, mencakup image, dokumen, file audio, file arsip, folder atau direktori bahkan media penyimpanan yang rusak.



SLACK SPACE dan FREE SPACE
Slack space pada media penyimpanan merupakan lokasi yang tidak terpakai dan dikelola mengacu pada File System yang digunakan.
Sedangkan free space merupakan lokasi penyimpanan yang dapat digunkaan kemudian, tetapi tidak kosong, mungkin ada data di dalamnya karena proses delete.
Ada dua teknik yang digunakan untuk copy file dari media penyimpanan, yaitu:
1.       Logical Backup (hanya copy file dan direktori yang secara logika tersimpan pada media penyimpanan).
2.       Bit stream imaging (proses copy mencakup free space dan slack space).
Informasi penting yang perlu diidentifikasi untuk menjelaskan aktivitas user dalam menggunakan data, yaitu:
1.       Informasi waktu modifikasi.
2.       Informasi waktu pengaksesan.
3.       Informasi waktu pembuatan suatu file.
MENGEKSTRAK DATA
Dalam proses ekstraksi data, Anda harus tahu file apa saja yang ada di dalamnya. Untuk mengetahuinya bisa melihat pada extention file tersebut. Dan cara paling jitu untuk mengetahui file tersebut dengan melihat file header information file tersebut.
Jika menggunakan software forensik, terdapat beberapa fungsi fitur sehubungan penanganan data file, yakni:
1.       File viewer (menampilkan konten sebuah file).
2.       File non-kompresi (uncompressing files).
3.       Menampilkan struktur direktori dalam interface grafis.
4.       Mengidentifikasi file yang tidak dikenal.
5.       Melakukan pencarian terhadap string atau pola tertentu.
6.       Mengakses metadata.
ANALISIS
Berbagai tool forensik dapat digunakan untuk proses analisis. Pada proses ini kita dapat mengetahui kapan kejadian terjadi, kapan waktu file dibuat atau dimodifikasi, serta kapan e-mail dikirimkan.
Data Sistem Operasi dan Data Software Aplikasi
Dalam memandang data dalam sistem operasi, umumnya digolongkan menjadi dua bagian, yaitu data volatile dan non-volatile.
Yang tergolong data volatile yaitu:
1.       File konfigurasi
Menyimpan informasi yang berkenaan setting sistem operasi dan program aplikasi. Juga berupa Akun User dan grup, File password dan schedule task.



2.       Log file
Berisi aktivitas dari sistem operasi dan aktivitas spesifik dari program aplikasi. Log yang disimpan dapat berua System event, Audit record, Application events, Command history dan Recently accessed file.
3.       Application file
Program aplikasi terdiri dari banyak file yang terintegrasi.
4.       Data file
Yang digunakan untuk menyimpan informasi dari program aplikasi.
5.       Swap file
File ini digunakan untuk memperluas kemampuan memori komputer.
6.       Dump file
File yang menyimpan isi dari memori komputer.
7.       Hibernation files
File ini diciptakan untuk menjelaskan sistem saat ini dan akan di-restore saat sistem kembali dinyalakan kembali).
8.       Temporary file
File ini diciptakan saat proses instalasi sistem operasi, instalasi program aplikasi, proses update. Umumnya akan dihapus setelah software aplikasi ditutup.

Data Volatile
            Yang termasuk data volatile yaitu :
1.                  Slack replace
2.                  Free space
3.                  Network configuration
4.                  Network connection
5.                  Running process
6.                  Open file
7.                  Login session
8.                  Operating system time (waktu pada system operasi)
            Dari karakteristik data sistem operasi tentunya dibedakan dalam mengumpulkan data volatile dan non-volatile.
            Jenis data volatile OS :
1.                  Content of memory (data yang ada pada memori komputer atau RAM)
2.                  Network configuration
3.                  Network connection
4.                  Running process
5.                  Open file
6.                  Login session
7.                  Operating system time
            Prioritas dalam mengumpulkan data harus diamati dengan baik. Data yang lebih berpeluang hilang harus mendapatkan penanganan segera. Dalam prosesnya, analisis terhadap sistem operasi mungkin melibatkan perangkat spesifik lainnya. Tips dan masalah yang muncul dalam mengumpulkan data antara lain :
1.                  OS access
2.                  Log modification
3.                  Hard Drives dengan flash memory
4.                  Key remmaping
            Kompleksitas penilaian data akan bertambah sewaktu melibatkan data aplikasi, data jaringan komputer dan berbagai sumber lainnya dengan banyak lapisan dengan interface perangkat keras dan aplikasi.
5.2  Pemahaman dengan Skill
            Berikut ini poin penting menyangkut tindakan komputer forensik dan pola piker ahli komputer forensik :
1.                  Bukan efisiensi, tetapi efektivitas yang menjadi prioritas.
2.                  Organisasi harus memperhatikan kompleksitas teknis yang logis dan analisis forensik.
3.                  Organisasi harus mampu menangani bukan hanya komputer forensik saja, tetapi mencakup network forensik.
4.                  Oragnisasi harus mampu menentukan petugas yang harus menangani pekerjaan penyidikan termasuk aspek forensik.
5.                  Examiner harus memiliki pengetahuan teknis yang memadai.
6.                  Tim forensik harus memiliki kemampuan forensik yang kuat.
7.                  Anggota tim harus berpartisipasi dalam proses forensik.
8.                  Pertimbangan forensik harus melibatkan pula berbagai kebijakan.
9.                  Organisasi harus membuat dan mengelola presedur untuk aktivitas forensik.
10.              Examiner harus memiliki forentic toolkit yang digunakan untuk pengumpulan data, pemeriksaan dan analisis.
11.              Organisasi harus menyediakan sarana dan prasarana penyimpanan.
12.              Organisasi harus mampu menangani kasus forensik secara konsisten.
13.              Organisasi secara proaktif mengumpulkan data-data yang berguna.
14.              Examiner harus memerhatikan bermacam sumber data dan memperlihatkan dengan seksama ragam file format.
15.               Examiner harus mempertimbangkan semua data yang melibatkan aplikasi yang digunakan.
16.              Pengumpulan data hendaknya megikuti proses yang sudah distandarisasi oleh organisasi.
17.              Examiner harus menangani data volatile sistem operasi.
18.              Examiner menggunakan forentic toolkit yang tepat untuk mengumpulkan data volatile dari sistem operasi.
19.              Examiner harus menjalankan metode untuk mematikan sistem dengan tepat.
20.              Lakukanlah verifikasi integritas data.
21.              Permeriksaan dilakukan hanya pada data hasil duplikasi.
22.              Examiner harus memerhatikan ketelitian dan keakuratan nilai dari data.
23.              Dalam analisis data, examiner mengandalkan pengenal berupa file header information yang dapat dimanipulasi.
24.              Fokus terhadap karakteristik dan berbagai perlakuan yang akan memengaruhi hasil forensik.
25.              Gunakan metodologi dalam mempelajari data.
26.              Organisasi harus memahami bahwa hal teknis dan kompleksitas dapat muncul seiring dengan proses analisis.
27.              Examiner mampu menyajikan data dari berbagai sumber.
28.              Examiner harus meninjau ulang proses dan pengerjaan yang sudh dilakukan.
29.              Examiner harus mampu mengumpulkan data aplikasi dari macam sumber.


5.3 Konsep Investigasi
            Tindak kriminal dengan segala macam aktivitas yang dilakukan tidak sebegitu mudahnya dipecahkan hanya berdasarkan pengalaman menggunakan komputer dengan baik. Pengalaman dalam menangani kasus membuar seorang examiner makin matang. Di samping itu, examiner harus berurusan dengan bukti yang tergolong rentan hilang dan rusak. Pembiasan atau hilangnya data sangat dimungkinkan terjadi karena beberapa faktor, yaitu :
1.                  Pemakain melakukan perubahan terhadap bukti.
2.                  Bukti sangat mudah dirusak atau dimodifikasi.
3.                  Kesalahan dalam menangani data dan media penyimpanan akan sangat berpengaruh terhadap data yang menjadi bukti.
            Penanganan yang saksama dibutuhkan. Banyak pertimbangan lain yang terlibat sewaktu kasus melibatkan lingkungan yang lebih luas, yaitu pada internet. Waktu, tanggal dan wilayah waktu akan menjadi sangat diperhitungkan.
            Aksi kkriminal pun semakin rapi dan terorganisasi, mungkin sudah direncanakan dengan baik. Examiner harus teliti mengalamati aktivitas dan perilaku, misalnya saja yang dilakukan (dalam ruang lingkup internet, sebaran data melebar dan melibatkan pula kebutuhan informasi yang tersimpan pada ISP) sebab berikut :
1.                  Berbagai informasi dan bertransaksi
2.                  Memalsukan identitas
3.                  Menggunakan identiitas lain.
4.                  Sewaktu mendistribusikan informasi atau mendistribusikan informasi yang sah.
5.                  Alokasi data pada workstation, server atau organisasi lain.
6.                  Bagaimana seandainya tindak kriminal melibatkan pula jalinan komunikasi.
7.                  Catatan pada Internet Service Provider.


BEDAH KOMPUTER FORENSIK
Banyak hal yang dapat diketahui dengan mengakses komputer seseorang seperti jejak – jejak yang dilakukan oleh pengguna, website yang dikunjungi, e-mail yang tersimpan di temporary internet file.
Semua hal yang dilakukan tercatat pada log file modem yang terletak pada control panel, dan data tersebut dapat dilihat dan diakses. Pada webrowser website apa saja yang dikunjungi akan tercatat pada history. Ketika menghapus history dan file tentu saja semua tidak selalu terhapus, terkadang masih tersempan dan dapat dikembalikan. Ketika anda mendownload apapun dari internet URL-nya tercatat pada software yang anda gunakan untuk download. File apa yang terakhir anda aksespun tercatat pada utilitas windows.
Windows registry juga dapat mencatat apa saja tentang software dan hardware yang tercatat pada komputer, penting untuk memahami struktur dari windows registry agar dapat memahaminya. Registry terpisah menjadi 3 database yaitu user, sistem, pengaturan kebijakan. Microsoft menyatakan registry digunakan sebagai hub untuk menyimpan data, disini ilmu forensic dapat digunakan untuk menggali data lebih dalam. Untuk mengakses registry dapat menggunakan command run mengetikan “regedit”.
Registry terdapat tujuh key yang terdiri dari:
1.                  HKEY_USERS: berisi tentang informasi user, konfigurasi aplikasi dan setting visual.
2.                  HKEY_LOCAL_MACHINE: informasi spesifik komputer yang berhubungan langsung dengan sistem informasi .
3.                  HKEY_CLASSES_ROOT: informasinya tergolong sama dengan reg.dat.
4.                  HKEY_CURRENT_USERS;  key ini berhubungan langsung dengan user yang saat ini login atau user yang digunakan pada saat ini.
5.                  HKEY_CURRENT_CONFIG: key ini digunakan untuk menyimpan konfigurasi pada saat ini.
6.                  HKEY_DYN_DATA: berisi status pada device pulg-and-play
7.                  HKEY_PERFORMANCE_DATA: key ini menyediakan dukungan sistem monitoring
Untuk yang tidak biasa mengakses registry akan sulit melihatnya beberapa aplikasi untuk memberikan kemudahan kepada pengguna.
Contohnya pass view, berikut beberapa contoh yang dapat digunakan:
1.                  Outlook password
2.                  Password autocomplete pada internet explorer
3.                  Password protected pada IE
4.                  Password pada MSN

Untuk melihat aplikasi yang dijalankan sewaktu sistem operasi dijalankan setelah perangkat dihidupkan dapat melalui:
1.    HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce
2.    HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
3.    HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunHKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Windows
4.    HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Run
5.    HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ RunOnce
6.    %AppData%\Start Menu\Programs\Startup\

dapat diperhatikan bahwa ada beberapa aplikasi yang akan bekerja ketika perangkat dihidupkan (start up). Dalam contoh diatas aplikasi Discord, Skype, dan Steam akan dengan sendirinya. Informasi-informasi seperti serupa dapat dilihat melalui windows registry. Ada hal-hal lain yang dapat dilakukan melalui windows registry seperti menganalisa berbagai media penyimpan yang pernah diintegrasikan dengan sistem komputer seperti USB flashdisk, printer, scanner dan lainnya. Command pada Run Command Windows untuk mengakses executable application akan tercatat pada windows registry, registry tersebut dapat dilihat melalui HKEY_CURRENT_USER.
Segala aktivitas yang dilakukan dengan komputer beserta informasi yang terelasi lainnya didokumentasi oleh komputer dengan sendirinya. Beberapa aplikasi dapat mengakses informasi yang terdokumentasi salah satunya Total Recall. Total Recall mampu merekonstruksi aktivitas yang terjadi pada Microsoft Internet Explorer, beserta aktivitas pengguna komputer. Investigasi yang dapat dilakukan program ini berupa aktivitas user, history, cookie, dan favorites pada Internet Explorer. Aplikasi ini juga dapat menginvestigasi aktivitas pemakai seperti file temporer dan yang baru diakses. Informasi tersebut dapat diekspor dalam bentuk .XML dan .TXT.

Buku ini juga menjelaskan satu contoh kasus dan proses forensik untuk mengungkap fakta sehubungan pronografi anak. Awalnya pemeriksaan dilakukan dengan melengkapi :
-                      Tujuan
-                      Jenis komputer
-                      Pelanggaran
-                      Petugas
-                      Chain of custody
-                      Peralatan yang digunakan.
Lalu dilakukan pemrosesan dengan urutan :
-                      Penilaian
-                      Akuisisi
-                      Pemeriksaan
-                      Dokumentasi dan pelaporan
-                      Langkah selanjutnya.